Selasa, 27 Februari 2018

PELANGI

Untuk kesempatan kali ini, saya akan menceritakan pengalaman yang sangat istimewa tentang sebuah event yang bernama "PELANGI". Disana, saya dan teman teman membantu mengajar sebuah SD yang masih kekurangan dalam hal tenaga pengajar selama 3 minggu. Disana pulalah  kami mulai menjadi manusia yang sesungguhnya dengan segala kekurangannya. Listrik yang baru masuk kurang dari 1 bulan yang lalu, sinyal yang tidak tersedia, lembaga kesehatan terdekat berjarak sekitar 3-5 km, Lembaga SMP terdekat minimal 10 km, jalan yang curam dan terjal, dan masih banyak lagi kekurangan. Namun, dalam kekurangan itulah saya menjadi benar benar manusia sosial yang harus bermasyarakat. Dengan sebuah keinginan sederhana yaitu membantu pendidikan di Indonesia, kami bulatkan tekad untuk pergi kesana. 

Pelangi
Biarkan kami memberikan senyum
Walau hanya sekejap

Sabtu, 17 Februari 2018

KEPEDULIAN TERHADAP SESAMA “MANUSIA”



Gambar diambil dari : kupasmerdeka.com

“Tidak penting apapun agamamu atau sukumu… kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu…” – KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Indonesia. Sebuah negara dengan tingkat keberagaman agama yang cukup tinggi. Setidaknya ada 6 agama yang diakui di negara ini. Walaupun disamping keenam agama itu pun masih banyak kepercayaan kepercayaan yang masih belum diakui namun terbukti sudah ada di Indonesia. Didalam keberagaman yang sangat banyak inilah Indonesia diikat oleh sebuah dasar negara yang bernama Pancasila. Dan pancasila yang sekarang ini menjadi dasar negara Indonesia   pun tercetuskan dari berbagai macam latar belakang. Sungguh contoh nyata kebersamaan yang sangat indah.

Jarak


Sabarlah kekasih
Kutahu dirimu resah
Kutahu dirimu gelisah
Merenungi nasib sang cinta yang dibarengi rasa curiga
Juga terjun dalam bayang bayang rindu dan cemburu
Sabarlah kekasih
Cinta kita memang seru
Ditambah rindu yang memburu
Mungkin bagimu kita terpisahkan oleh jarak
Mungkin juga bagimu jarak membuat kita retak

Selasa, 06 Februari 2018

Malam di Ujung Dunia Bersama Kopi dan Pena

selamat malam pujaan hati
dalam gelap malam aku menyendiri
dalam sepi aku merasa tak berarti
apalah arti hidup ini tanpa hadirmu malam ini

aku pergi menuju ujung dunia
kucari dirimu yang hilang dalam ruang tak berjiwa
karena tanpamulah sang pemilik cinta
diriku hanya manusia berhati hampa

malam ini kuseduh kopi
hitam, pekat, pahit bagai malam ini
kuingat dirimu dalam memori
kau telah ubah luka ini menjadi rasa tak bertepi

ku ambil pena dan kurubah menjadi kata
kata pun mengental menjadi cinta
cinta ini berbuah rindu yang kupunya
rindu yang hanya dapat diobati oleh jumpa


05 Februari 2018